Berita

Sekolah Alam MSB Ajak Generasi Muda Belajar Konservasi Mangrove di Siak

SIAK – Puluhan peserta Sekolah Alam Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) mengikuti kegiatan pembibitan mangrove di Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (19/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian ekosistem pesisir yang berperan penting melindungi kawasan pantai sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada pertemuan ke-77 itu, peserta melakukan praktik lapangan dengan menanam propagul mangrove jenis bakau, api-api, dan nyirih ke dalam polybag berisi lumpur. Mereka juga mempelajari cara mengukur serta mencatat pertumbuhan bibit sebagai bagian dari pengenalan teknik dasar konservasi mangrove.

Selain praktik pembibitan, peserta mengikuti sesi kelas alam yang digelar di ruang terbuka. Dalam kegiatan tersebut, fasilitator menjelaskan berbagai fungsi mangrove, mulai dari melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, hingga mendukung kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Program Sekolah Alam MSB merupakan mitra PT Imbang Tata Alam (ITA) yang dilaksanakan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini bertujuan memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir yang berperan menjaga stabilitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat dan kawasan operasional di wilayah pesisir.

Salah seorang peserta, Ainun Ahaddia, mengaku senang mengikuti kegiatan belajar yang dilakukan langsung di alam. Menurutnya, pembelajaran menjadi lebih menarik karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pembibitan mangrove.

“Kami sangat senang bisa bersekolah di alam. Hari ini kami kembali melanjutkan kegiatan menabung lumpur sebagai bagian dari Program Bank Mangrove. Dalam kegiatan ini, kami berlomba-lomba membibitkan mangrove sebanyak mungkin,” ujarnya.

Ainun mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi para peserta.

“Selain bermanfaat untuk lingkungan, hasil dari kegiatan ini juga bisa kami tabung menjadi uang yang nantinya dapat digunakan untuk tamasya atau memenuhi kebutuhan lainnya,” katanya.

Mangrove Officer Siak Pelalawan Landscape Program, Khaidir, mengatakan metode pembelajaran berbasis praktik membuat peserta lebih mudah memahami manfaat ekosistem mangrove.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana mangrove tumbuh dan manfaatnya bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Khaidir, mangrove memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi karena mendukung sektor perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi, dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan.

“Jika mangrove dijaga dengan baik, manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, CSR & Communication Division Manager EMP, Iman Soerjasantosa, mengatakan keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas industri.

Menurutnya, ekosistem mangrove membantu mengurangi risiko abrasi, menjaga kestabilan kawasan pesisir, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

“Upaya ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi dan energi di wilayah pesisir,” ujar Iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *